Pengertian Urbanisasi
Apa sih urbanisasi?
Secara singkatnya, pengertian urbanisasi adalah perpindahan
penduduk yang asalnya dari daerah perdesaan menuju ke wilayah perkotaan atau
kota besar dengan tujuan menetap dalam kurun waktu tertentu.
Ada pendapat lain mengatakan bahwa arti urbanisasi adalah
pergeseran populasi dari daerah perdesaan menuju ke daerah perkotaan sehingga
jumlah penduduk di perkotaan semakin tinggi.
Intinya urbanisasi itu
perpindahan penduduk desa menuju kota dengan niat untuk menetap entah lama atau
tidak.
Di Indonesia proses
urbanisasi sering terjadi pada saat-saat tertentu. Misalnya, setelah Idul Fitri
dimana masyarakat yang mudik mengajak keluarganya ketika kembali ke kota dan
malah menetap dikota. Urbanisasi juga terjadi ketika anak lulus SLTA di
perdesaan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di kota.
Tujuan Urbanisasi
Penduduk perdesaan yang melakukan urbanisasi tentunya memiliki
tujuan tertentu yang ingin dicapai. Adapun beberapa tujuan urbanisasi adalah
sebagai berikut:
1.
Mendapatkan Kehidupan yang Lebih Baik
Sebagian besar penduduk desa yang melakukan urbanisasi karena
adanya keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Hal ini bisa
dilakukan karena adanya anggapan bahwa peluang kerja dan usaha lebih banyak di
kota.
Selain itu, berbagai fasilitas kehidupan di perkotaan yang lebih
lengkap juga dianggap akan memperbaiki taraf hidup masyarakat yang pindah ke
kota.
2. Memperoleh Kepuasan Batin
Ada juga penduduk perdesaan yang melakukan urbanisasi karena
ingin memperoleh kepuasan batin. Misalnya keinginan untuk merasakan kehidupan
kota yang gemerlap, modern, serba lengkap dan instan.
3.Memperoleh Kehidupan Yang Lebih Baik
3.Memperoleh Kehidupan Yang Lebih Baik
Banyak anggapan bahwa menjadi masyarakat di perkotaan akan
membuat setiap orang mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan cepat. Misalnya
pelayanan kesehatan dan pendidikan. Hal tersebut sangat bertolak belakang
dengan keadaan di banyak desa, dimana pelayanan kesehatan dan pendidikan masih
tidak memadai.
4.Memperoleh Kesempatan Kerja dan Usaha
4.Memperoleh Kesempatan Kerja dan Usaha
Sebagian besar penduduk desa melakukan urbanisasi karena ingin
mendapatkan kesempatan kerja dan usaha. Seperti kita ketahui, kesempata kerja
dan usaha di perkotaan memang sangat tinggi tapi juga disertai dengan
persaingan yang sangat ketat.
5.Keinginan untuk Hidup Lebih Modern
5.Keinginan untuk Hidup Lebih Modern
Ada juga sebagian penduduk perdesaan yang melakukan urbanisasi
karena ingin mengikuti perkembangan jaman. Perkembangan di desa yang cenderung sangat
lambat dianggap akan membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan sehingga
penduduk perdesaan melakukan urbanisasi.
Faktor Penyebab Urbanisasi
Urbanisasi tidak terjadi
begitu saja tapi ada penyebabnya. Dalam hal ini, terdapat dua faktor penyebab
urbanisasi, yaitu:
1. Faktor Pendorong dari Desa
· Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja yang sangat terbatas di
desa.
· Tingkat kesuburan tanah yang tidak baik atau bencana kekeringan
yang merusak kesuburan tanah di desa.
· Kehidupan yang monoton dan sulit berkembang di desa.
· Upah kerja atau penghasilan di desa yang masih sangat rendah.
· Fasilitas kehidupan di perdesaan tidak tersedia atau tidak
memadai.
· Adanya bencana alam di perdesaan yang merusak sumber kehidupan
masyarakatnya. Misalnya kemarau panjang, wabah penyakit, banjir, dan lainnya.
2.
Faktor Penarik dari Kota
· Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja cenderung lebih banyak
dibandingkan di perdesaan.
· Upah tenaga kerja di perkotaan jauh lebih tinggi.
· Tersedianya berbagai fasilitas kehidupan yang sangat memadai.
Misalnya; fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi, pusat perbelanjaan,
tempat hiburan, dan lainnya.
· Kehidupan di kota yang lebih modern menjadi daya tarik
tersendiri bagi banyak orang.
Contoh URBANISASI
Urbanisasi di balikpapan terus
berkembang seiring dengan tingginya jumlah pendatang ke Balikpapan. Balikpapan
menjadi tujuan warga dari berbagai daerah di seluruh pelosok nusantara dan
bahkan dari berbagai bangsa di seluruh dunia untuk mengadu nasib dan mencari
pekerjaan. Urbanisasi tersebut ditanggapi pemerintah Balikpapan dengan
peraturan kependudukan yang ketat dan operasi kependudukan yang dilaksanakan
oleh jajaran kecamatan, jajaran kelurahan, Satuan Polisi Pamong Praja
Balikpapan, berkoordinasi dengan Polri, TNI, Trantib dan aparat lainnya.
Urbanisasi telah berimbas pada kemiskinan di Balikpapan, juga
dampak lain seperti kemacetan lalu lintas, keterbatasan lahan, kriminalitas dan
lain sebagainya. Pemerintah Balikpapan menanggulangi problematika tersebut
dengan adanya Operasi Kependudukan. Kondisi tersebut kemudian
mengakibatkan permasalahan kependudukan yang pada akhirnya semakin mendongkrak
laju kemiskinan di Balikpapan.
