Halo
sobat!!! Pernah penasaran gak sih kalian tentang bagaimana cara kerja dari pola
pikir yang muncul pada manusia? Karena seperti yang selama ini kita lakukan pola
pikir biasanya datang secara tiba-tiba, oleh karena itu di artikel kali ini
kita akan membagikan tentang pola pikir manusia, tanpa basa-basi yuk dicek
mulai dari alasan kemunculan pola pikir !!!
Biasanya orang hidup akan
selalu berhadapan dengan apa yang dinamakan masalah. Sejak bangun dari tidur sesungguhnya
kita sudah berhadapan dengan masalah, baik masalah internal maupun eksternal yang
tidak menutup kemungkinan harus dihadapi dengan rumit, kompleks dan memerlukan
suatu pemikiran untuk memecahkannya.
Berbagai cara telah dilakukan
oleh manusia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Dan
setiap orang maupun kelompok berusaha dapat memecahkan melalui pola berpikir
yang dianggapnya cocok atau sesuai. Tapi biasanya semua akan selalu berkembang
seirama dengan peradaban serta lingkungan yang banyak mempengaruhinya.
Sejak berada di bangku
sekolahan sesungguhnya kita telah diajarkan oleh guru untuk mengahadapi masalah
yang diwujudkan dalam mata pelajaran dan bagaimana cara kita membahas suatu
masalah untuk memperoleh kesimpulan yang benar. Tentu saja hal ini merupakan
bekal yang tinggi nilainya, ditambah lagi dengan bekal pengalaman proses
pengembangan diri dalam menuntut ilmu pengetahuan pada level lebih lanjut maka
telah menjadikan seseorang semakin dewasa dalam berpikir untuk mengatasi
masalah. Walaupun dalam realita, tidak semua orang yang pernah masuk sekolah
itu konsisten dengan ilmu pengetahuan yang sudah diperoleh. Boleh saja seseorang
memilih cara atau mungkin langkah yang menurutnya lebih baik sehingga
menjadikan pola berpikir untuk memecahkan masalah yang dihadapi semakin
bervariasi.
Semua itu cukup menarik untuk
diamati sekalian dicermati sejauhmana seseorang melakukan segala aktivitasnya
dalam menyelesaikan atau memecahkan masalah yang dihadapi. Dari beberapa
pengalaman selama ini, beberapa pola pikir manusia dapat dirangkum dan
masing-masing dapat diketahui seperti di bawah ini:
- Pola Pikir Kharismatik Suatu pola pikir di dalam memecahkan masalah yang dihadapi dengan menggunakan proses penyelesaian masalah didasarkan otoritas atau kewibawaan. Bagi orang yang memiliki kewibawaan tinggi, misalnya tokoh masyarakat formal atau non-formal (yang disegani) dianggap paling mampu untuk menyelesaikan setiap masalah - sehingga sebagian besar orang akan tunduk pada keputusan yang diambil olehnya.
- Pola Pikir Tenasitas dapat diartikan sebagai kebiasaan. Berpola pikir tenasitas merupakan cara berpikir manusia dalam memecahkan masalah selalu mendasarkan pada kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat atau tradisi. Hal ini dilakukan sebagai simbol kebudayaan di lingkungan setempat/terbatas. Tentu saja pola pikir ini banyak diwarnai oleh kebiasaan-kebiasaan atau kultur yang sangat kuat dan sarat dengan simbol-simbol penuh makna tertentu yang telah dilakukan secara turun temurun.
- Pola Pikir Perasaan Diartikan bahwa manusia didalam memecahkan masalah berdasarkan pada perasaan semata-mata, sehingga cara pengambilan keputusan sangat dipengaruhi oleh subyek pelakunya. Perasaan-perasaan itu selalu muncul pada setiap masalah yang dihadapi. Misalnya, perasaan seseorang dalam proses mengambil keputusan atau menyelesaikan masalah mendominasi dan selalu berperan di dalam perilakunya. Atau dalam kata lain, perasaan di sini banyak turut ambil bagian.
- Pola Pikir Mencoba-coba Dimaksudkan sebagai pola pikir manusia ketika menghadapi masalah dengan cara "coba-coba tapi tidak pasti" atau dalam bahasa disebut trial and error. Dalampola pikir ini manusia selalu menyoba-nyoba tanpa adanya kepastian dalam menyelesaikan masalah. Ditemui pula pola pikir manusia yang terbiasa "coba-coba tapi tidak ada kepastian", Alhasil, apa yang dilakukan dalam memecahkan masalah - cenderung berspekulasi (gambling), sering keliru atau pun kalau masalahnya dapat selesai karena faktor kebetulan saja.
- Pola Pikir Ilmiah Proses berpikir manusia didasarkan pada cara yang rasional dalam mencari kebenaran atau pemecahan masalah. Penyelesaian masalah bersifat ilmiah. Pada proses berpikir ini biasa dilakukan pengamatan terhadap gejala peristiwa terlebih dahulu. Kemudian dirumuskan masalah yang akan dibahas. Berpikir ilmiah merupakan proses berpikir manusia untuk memperoleh kesimpulan, keputusan, atau kebenaran selalu menggunakan logika dan dilakukan secara sistematis, metodologis, bisa diuji dan dibuktikan kebenarannya oleh orang lain. Kemudian mencari cara pemecahan masalah melalui metode yang tepat/sesuai - sehingga diperoleh kesimpulan atau kebenaran. Pada prinsipnya, dalam pola pikir ilmiah dimulai perumusan masalah, hipotesis atau asumsi, pengumpulan data, melakukan analisis data, kemudian menarik kesimpulan/konklusi guna mendapatkan kebenaran berupa hasil pemecahan masalah. Perlu ditambahkan bahwa proses berpikir ilmiah membutuhkan waktu relatif lama dan cermat, akan tetapi tingkat kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan.
Demikian
selintas tulisan mengenali pola pikir manusia dalam memecahkan masalah yang
dihadapi. Disini tidak bermaksut menyebutkan pola pikir mana yang lebih tinggi
dalam menilai berbagai pola pikir di atas. Setidaknya, itulah gambaran pola
pikir manusia yang dapat dikemukakan. Semoga dapat menambah pengayaan
pengetahuan kita bersama ya sobat!!
www.gunadarma.ac.id